Harapan yang Besar

1027 Kata

"Mas, sebenarnya ada yang ingin aku katakan. Ini sangat penting. Apakah kita bisa ngobrol setelah ini?" Nur ingin mengatakan dengan segera apa yang seharusnya dia katakan. Dia tidak mau Deo salah paham terlalu lama. Bukan salah paham sebenarnya, tetapi dia adalah korban dari keegoisan sahabatnya sendiri. Nur tidak tega membohongi Deo lebih jauh. "Ya udah kalau gitu katakan saja di sini. Tidak usah sungkan." "Mas, apa tidak lebih baik kita bicara setelah mas Deo selesai belanja buku saja?" "Kalau memang apa yang akan kamu katakan ini penting, kita bisa bicara sekarang. Tuh, disitu ada kursi panjang. Kita bisa ngobrol di situ." "Baik, Mas." Nur tersenyum sopan. Ya, dia hanya berniat untuk tersenyum sopan dan menghargai saja. Namun, sampainya ke Dro berbeda. Di mata Deo, perempuan i

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN