Prolog

290 Kata
Malam di New York tidak pernah setenang ini, tapi bagi King Atlantas, ketenangan hanyalah selubung tebal sebelum badai. ​Jas mahal yang membalut tubuh King memancarkan aura old money Atlantas yang tak tersentuh. Namun, di bawah lampu jalanan kota Amerika yang gelap, King tidak berdiri sebagai pewaris bisnis, ia berdiri sebagai algojo. ​Dari kejauhan, siluetnya yang tinggi dan berwibawa tampak mematung. Di tangannya yang bersarung kulit, sebuah pistol emas berkilau memantulkan cahaya neon. Pistol itu bukan hiasan. ​Sesaat kemudian, raungan mesin mobil memecah keheningan. Sebuah mobil melesat kencang, berusaha lari dari hukuman yang telah diputuskan. ​DOR! ​King menembak tanpa ragu. Peluru itu menembus kaca belakang, membuat mobil kehilangan kendali. Jeritan logam dan benturan keras ke pohon menjadi simfoni kematian yang akrab di telinga King. ​Langkahnya yang tenang, tanpa tergesa, mendekati bangkai mobil. Debu dan asap mengepul di sekitarnya, menambah kesan dramatis pada pemandangan itu. ​Seorang pria, merangkak keluar dari puing mobil dengan wajah berlumuran darah, berusaha menjangkau King. ​"Tuan King..." suara pria itu tercekat, penuh permohonan. ​Senyum menyeringai terukir di wajah King. Itu adalah senyum yang tidak memancarkan kehangatan, melainkan janji kesakitan. ​King menunduk, menarik rambut pria itu hingga wajahnya mendongak. "Sudah kubilang, jangan berkhianat," desisnya, suaranya sedingin es di tengah musim panas. "Sekarang kau tahu, artinya berkhianat." ​Tanpa belas kasih, King membenturkan kepala pengkhianat itu ke aspal yang basah. Lalu. ​DOR! ​Satu tembakan. Suara itu menghilang ditelan gemuruh kota. King berdiri tegak, merapikan dasinya seolah baru saja menyelesaikan pertemuan bisnis. ​Di dunia Atlantas, kekuasaan adalah segalanya. Dan dia, King Atlantas, adalah penguasa mutlak. Ia tidak mencintai, ia hanya menghukum. Sampai sebuah takdir bernama cinta berani menantangnya dengan membawa darah dari pengkhianatan yang baru saja ia selesaikan.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN