Langit malam itu terlihat sangat cerah, bahkan gugusan bintang tampak singgah memenuhi cakrawala malam. Namun, sayangnya keindahan alam malam itu tak mampu merasuk ke dalam hati Tania yang terasa hampa, wanita itu bahkan terlihat menatap kosong pada bulan yang bersinar terang benderang. “Aku turut berduka cita atas kepergian Bapak,” ujar sebuah suara. Tania yang tahu kalau itu adalah Bastian, ia sama sekali tidak menoleh, telinganya bahkan berpura-pura tuli dan seakan tidak mengetahui kalau ada orang lain di sekitarnya. Bastian lantas mendekati Tania, menatap lekat pada sosok Tania yang terlihat pucat. “Maaf aku datang terlambat. Aku baru tahu kabar kepergian Bapak pas magrib tadi,” kata Bastian. “Aku enggak pernah berharap kamu bakal dateng ke sini,” tukas Tania, tanpa menoleh pada

