El sesekali melihat Tania yang tengah duduk diam di sampingnya, wanita itu sejak tadi terlihat hanyut dalam lamunan panjangnya. Entah apa yang Tania pikirkan, tapi El yakin kalau pikiran Tania sedang dipenuhi oleh perkataan Bastian beberapa saat lalu. El menghela napasnya pelan. “Nia,” panggil El, mencoba membantu Tania menenangkan hatinya yang mungkin sedang gundah. Tania pun menoleh, menatap pada sosok El yang tampak fokus pada kemudinya. “Ada apa, Kak?” tanya Tania. “Kamu dari tadi diem aja, lagi kepikiran sesuatu?” kata El. “Eng-enggak,” jawab Tania. “Aku enggak lagi mikirin apa-apa,” bohongnya, padahal sejak tadi isi kepalanya dipenuhi oleh sosok Bastian dan Intan. ‘Kalau Mas Bastian tahu aku hamil anak dia ... apa dia bakal ajak rujuk aku? Ah, apa yang aku pikirkan? Aku sama Ma

