Leon , Darren , dan Charybdis sudah selesai makan , Charybdis meminta Leon dan Darren menginap namun di tolak halus oleh Leon
“Pulang di malam hari sangat berbahaya Leon” ujar Charybdis
“Tidak apa-apa , besok pagi aku harus menyelesaikan berkas untuk ke kerajaan Fairy dan elf! Maafkan aku Charybdis” ujar Leon
“Ya aku tidak masalah , aku hanya meminta kau untuk berhati-hati” ujar Charybdis
Darren berpamitan ke pada Charybdis namun saat akan melangkah pergi anak-anak yang bermain bersama Darren menangis
“Hai... jangan menangis , nanti kakak akan kembali ke sini” ujar Darren menenangkan anak-anak yang menangis
“Mereka menyayangimu Darren , sering-seringlah kau bermain ke sini” ujar Charybdis
“Aku juga menyangyangi mereka master” ujar Darren tersenyum
Leon dan Darren pergi dengan Pegasus mereka , Leon dan Darren hanya membisu selama perjalanan mereka karena mereka tidak ada yang ingin di bahas lagi , yang mereka inginkan hanya cepat sampai di istana lalu beristirahat
Di lain tempat Charybdis tersenyum simpul , Charybdis tahu Leon akan mewaspadai Davit dan sekitarnya sekarang karena Charybdis tidak mau kejadian dulu terulang lagi
Di lain tempat Violin dan Titanoboa sampai di kerajaan Serpent siang tadi dan sekarang mereka harus menginap di motel
Titanoboa meminta satu kamar hanya untuk Violin sedangkan Titanoboa menjaga Violin di luar , Titanoboa merasa jika akan terjadi sesuatu tidak mengenakan namun masih belum tahu apa itu
Titanoboa menghela nafasnya , Titanoboa harus waspada dan tidak tidur malam ini karena harus menjaga Violin dari mara bahaya
Violin saat ini tengah mandi dan bersiap akan tidur , setelah mandi dan berganti baju menjadi piyama Violin mematikan lampu kamarnya dan duduk di pinggiran kasur
Violin merasa keputusannya datang ke kerajaan Serpent adalah sesuatu yang salah namun ia merasa sudah terlambat untuk menyesalinya
Violin juga ingat bahwa ada Titanoboa yang selalu melindunginya , Violin menghela nafasnya karena ingin mengusir segala rasa khawatirnya
Violin tidak tahu bahwa dia sudah di awasi sejak lama , Violin juga tidak tahu bahwa keputusannya untuk ke kerajaan Serpent tanpa pengawalan yang ketat merupakan keputusan yang salah
“Selamat malam Elgart , aku merindukanmu” guman Violin lalu menutup matanya
Tidak lama ada seseorang yang menyelinap masuk lewat jendela kamar penginapan Violin , orang itu langsung meletakan botol berisi asap beracun di hidung Violin
Violin tanpa sadar langsung menghirup asap itu , orang itu tersenyum puas melihat Violin yang semakin tersengal-sengal nafasnya karena menghirup asap beracun
Di sisi lain Titanoboa yang berada di luar merasakan hal aneh , Titanoboa merasakan di kamar Violin ada hawa panas selain Violin
Titanoboa langsung masuk ke kamar Violin dan melihat seorang laki-laki yang berjongkok di samping Violin namun Titanoboa tidak melihat apa yang di lakukan lelaki itu
“Hei! Sedang apa kau!” teriak Titanoboa
Karena gelap Titanoboa tidak bisa melihat wajah laki-laki itu , laki-laki itu hanya melambaikan tangannya tapi Titanoboa tahu kalau lelaki itu sedang tersenyum lalu melompat dari jendela kamar dan kabur begitu saja
Titanoboa mendekat ke arah Violin dan di lihatnya Violin masih bernafas dan tertidur dengan nyenyaknya , Titanoboa melihat liontin yang tergeletak di lantai
Titanoboa berpikir awalnya milik Violin namun seingat Titanoboa Violin tidak memiliki liontin berbentuk ular kepala tiga , Titanoboa yakin liontin ini milik penyusup yang dia lihat tadi
“Syukurlah kau tidak apa-apa Violin , aku akan keluar dan menjagamu” ujar Titanoboa kembali ke luar setelah memastikan Violin tidak apa-apa
Di sisi lain Leon dan Darren sudah sampai di kerajaan Rion , Leon dan Darren di sambut oleh Vince dan Arita yang langsung menyerahkan tugas ke Leon dan Darren
Vince bertugas menjaga istana dan menyusun janji yang datang dari surat-surat kerajaan lain dan giliran Darren lah yang menyusunnya artinya Vince adalah asisten ke dua Leon
Arita bertugas menjadi pelatih dan pemimpin pasukan pemanah , Pheonix ikut membantu melatih prajurit Leon dalam menggunakan pedang
Leon memijit pelipisnya karena pusing melihat jadwalnya yang terlihat padat , Darren yang melihatnya lalu membilang ke pada Leon bahwa jadwalnya akan padat sampai seminggu ke depan yang semakin membuat Leon merasa pusing
“Leon! Aku melaporkan bahwa sang Ratu pergi ke kerajaan Serpent” ujar Arita yang membuat Leon dan Darren terkejut
“Apa kau bilang? Dia pergi sama siapa?” tanya Leon panik , perasaannya mulai tidak enak
Leon merasa akan terjadi hal buruk , Leon sangat panik ketika mendengar ibunya yang nekat pergi ke kerajaan Serpent tanpa pengawalan dari Arita atau Vince
“Sang Ratu pergi bersama Titanoboa Leon” jawab Arita yang tidak sedikit pun mengurangi rasa khawatirnya Leon terhadap Violin
“Bagaimana bisa kau membiarkannya pergi?” tanya Leon marah kepada Arita yang membuat Arita sedikit meringis
“A-aku sudah melarangnya Leon , tapi ratu Violin bersikeras mau pergi katanya mau menyelamatkan warga Serpent” jawab Arita yang menunduk takut melihat kemarahan Leon
“Leon! Tahan emosimu!” ujar Darren yang melihat Arita menunduk ketakutan
“Bagaimana dengan ibu , Darren? Tidak mungkin kita ke sana! Kalau malam ini kita pergi , besok baru kita akan sampai Darren! Aku khawatir Darren!” ujar Leon frustrasi
Leon tidak tahu kenapa harus merasakan firasat buruk di saat mendengar ibunya pergi ke kerajaan Serpent , Leon tahu Titanoboa sangat hebat karena dia adalah salah satu pilar hutan kematian namun itu tidak membuat firasat Leon membaik
“aku mempunyai firasat buruk Leon” ujar Rai tiba-tiba yang membuat Leon semakin tidak tenang
“Pegasus apa kau tidak mau mengantarkan kami ke kerajaan Serpent?” tanya Darren kepada Pegasus
“Tidak! Kami sudah muak dengan kerajaan itu” jawab Pegasus
“Kau mandilah Leon lalu istirahat mana tahu itu hanya karena kau kelelahan” ujar Darren menenangkan Leon
“Baiklah , Vince aku mau berbicara sebentar kepadamu! Aku mempunyai tugas” ujar Leon sebelum pergi
“Ya Leon?” tanya Vince mendekat ke arah Leon
“Pergilah dengan Pegasus ke tempat master , bilang kepadanya aku dan Rai memiliki firasat buruk dan Violin ibuku pergi ke kerajaan Serpent” bisik Leon yang membuat Vince mengangguk mengerti
“Baiklah! Akan aku laksanakan” ujar Vince yang langsung mengerti
Leon sengaja berbisik karena Leon tahu Darren akan mengikuti Vince , Leon hanya mau Darren beristirahat setelah satu harian mengikuti Leon ke kerajaan lainnya
“Kau memberinya tugas apa?” tanya Darren menyelidik
“Patroli di perbatasan utara” jawab Leon lalu pergi dari hadapan Darren dan Arita
“Maafkan Leon yang memarahimu , Leon dulu selaku bersikap tenang dan tidak pernah emosi tapi semenjak ada serigalanya seperti yang lihat sekarang” ujar Darren
“Tidak apa-apa , aku akan terbiasa nanti” ujar Arita tersenyum
“Kau beristirahatlah , jika belum makan segera makan” ujar Darren laku meninggalkan Arita
Arita yang dii dalam dirinya mengalir darah raja dan ratu elf menjadi bawahan Leon karena keinginannya sendiri bukan paksaan
Leon dan Darren sudah membujuknya untuk kembali ke kerajaannya dan membantunya membersihkan namanya di sana namun Arita menolak mentah-mentah karena sudah bersumpah untuk mengabdi kepada kerajaan Rion kalau kerajaan Rion benar-benar ada
Tugas Arita sekarang melindungi kerajaan Rion dengan segenap hatinya , lagi pula dia sudah nyaman di kerajaan Rion yang tidak pernah pilih-pilih kasih
Leon berhasil menciptakan kerajaan tanpa kasta di kalangan warganya , hanya ada bangsawan dan rakyat biasa bukan bangsawan , rakyat kelas atas , rakyat kelas menengah , rakyat kelas miskin
Arita tersenyum ketika melihat lapangan khusus latihan memanah yang di buat khusus untuk dirinya dan pasukannya , Arita tidak akan mengkhianati kerajaan ini
Di sisi lain Titanoboa tidak berhenti mengecek keadaan Violin yang masih tenang dalam tidurnya , Titanoboa hanya merasa di perlu mengecek Violin terus semenjak ada penyusup yang masuk ke dalam kamar Violin
Titanoboa meneliti simbol ular kepala 3 itu karena merasa dia pernah melihatnya di suatu tempat , Titanoboa menghela nafasnya ketika dia tidak mengingat sedikit pun di mana dia melihat simbol itu
Di lain Tempat
“Kau sudah melaksanakannya?” tanya seorang pria kepada bawahannya
“Sudah yang mulia , dia menghirup seluruh racun itu” jawab bawahannya
“Bagus! Itu bayaranmu , selanjutnya kau racuni lagi yang lain” ujar pria itu
“Baik yang mulia” jawab bawahannya
“Jika kau berhasil maka pembayarannya akan lebih dari ini” ujar pria itu ke bawahannya dengan menunjukkan dua kantong koin emas
”Baik yang mulia! Saya akan menjalankan perintah dari anda! Saya yakin bahwa misi saya akan berhasil” ujar bawahannya dengan yakin
“Terserahmu! Jika kau gagal , kau tahukan apa hukumanmu?” tanya pria itu lagi
“Tentu saja tuan” ujar bawahannya
“Pergilah kau” ujar pria itu yang langsung memunggunginya , pria itu tersenyum senang
“satu tumbang , tinggal satu lagi” guman pria itu langsung tertawa jahat di akhirannya