Perjalanan skripsinya sungguh membuat Mirai merasa bersyukur, tidak ada kendala berlebihan yang membuat ia sampai di landa kegalauan akibat menjadi mahasiswa tingkat akhir. Pusing sedikit dalam mengerjakan wajar saja, namun semuanya bisa di lewati dengan begitu cepat dan Mirai bisa mengerjakannya dengan baik. Satu bulan lebih mengerjakan skripsi berbahasa Indonesia, kemudian satu bulan kembali menerjemahkan skripsi tersebut ke dalam Bahasa Jepang, akhirnya semua itu selesai dan sidang sudah di depan mata. Mirai juga sudah memenuhi persyaratan untuk sidang, di antaranya administrasi ke bagian staff keuangan dan persyaratan seperti berkas-berkas yang di butuhkan untuk bagian staff akademik. Pun dengan Dewi dan Fani yang sudah menyelesaikan semuanya, mereka akan menghadapi skripsi sama-sama

