Semuanya berawal dari beberapa bulan lalu mas Panca tiba-tiba saja dihubungi oleh keluarga almarhum sahabatnya, Kaka. Mereka bertanya tentang wasiat yang dituliskan Kaka sebelum ia meninggal. Mas Panca tentu saja tidak tau mengenai hal itu, karena sejak awal ia hanya mengurusi pemakaman sahabatnya. Pembahasan mengenai warisan bukanlah urusannya, makanya dia tak pernah ingin tahu ataupun ingin ikut campur akan hal itu. Keluarga Kaka yang sudah lama tinggal di Malaysia mendadak mendapat kabar bahwa perusahaan kecil yang dirintis Kaka atas bantuan dana dari keluarganya itu tahu-tahu sudah berpindah tangan atas nama orang lain, yaitu Alika. Awalnya mereka mengira Alika hanya bantu mengelola, karena sejak Kaka meninggal memang Alika yang mengatur perusahaan itu. Makanya merasa bersyukur atas

