Pacar?

2160 Kata

Tak terasa sudah satu bulan pernikahan ini terjalin. Semuanya berjalan seperti air mengalir. Tak ada batu besar yang menghadang, hanya ada kerikil-kerikil kecil yang menyempil. Bak orang yang sedang pedekate, mungkin seperti itulah kami berdua. Belajar saling mengenal, saling memahami, dan saling mengerti. Begitulah keseharian kami. Sekarang waktu sudah menunjukkan pukul lima dan hanya aku yang tersisa di kantor. Sebenarnya tadi ingin cepat pulang, tapi karena mas Panca mengabari kalau dia akan terlambat pulang, makanya aku bekerja lebih santai. Mumpung dia pulang lebih lama, maka aku jadi punya waktu buat memanjakan diri. Aku mengiriminya pesan untuk minta izin karena aku ingin singgah ke mall sebentar, tapi sepertinya mas Panca belum sempat mengeceknya. Mungkin dia sangat sibuk. Buka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN