Antara Bahagia dan Egois

2147 Kata

Setelah beberapa hari menjalani pernikahan, banyak berubah. Seperti saat bangun aku melihat seseorang yang terlelap di sampingku dan saat ingin tidur aku melihat seseorang yang mulai memejamkan mata. Aku yang dulunya lebih banyak bersantai, sekarang harus memikirkan ini itu. Yang terpenting adalah aku harus bisa membagi waktu. Sehari-hari, kami hanya terlibat obrolan ringan. Itupun tak mengarah pada hal yang pribadi. Walaupun mungkin aku orangnya lebih terbuka, tapi tetap saja aku harus mengimbanginya. Apalagi ia belum terbiasa. Setidaknya aku dan mas Panca bisa berteman dulu sambil saling mengenal dan saling memahami, walaupun statusnya sudah menikah sih. Setelah selesai bersih-bersih rumah, cuci baju dan piring, dan membereskan kamar yang akan aku jadikan tempat bersemedi, tak disangka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN