Suara gonggongan yang tiba-tiba membuat Robinson menghentikan lamunanannya. Salk, anjing Raphael kini muncul di ambang pintu. Robinson berdiri dan mengusirnya. Ia melambaikan tangannya kuat-kuat, "Hush, hush!" Tapi Salk menggoyangkan ekornya menganggap itu sebuah permainan. Jadi ia berlari dan mendekati Robinson. Robinson memutar bola matanya kesal. "Sudah kubilang pergi." Salk mengonggong. Ia melihat Livia penasaran. Kedua tangannya ia taruh di sisi kasur, lehernya di tekuk ke samping. Ia mengeluarkan suara tertahan. Robinson tersenyum pahit, "Iya kan? Kau saja tak bisa membedakannya. Dia.. terlalu mirip dengan Penelope, apalagi seperti sekarang. Hanya saat ia tersenyum dan menatapmu tulus, itu bukan Penelope." Tak lama, suara mesin memasuki indra pendengarannya. Ia keluar. Matanya me

