13

1335 Kata

Livia terdiam di kamarnya, menatap syal abu-abu di genggamannya saat ia duduk di tepi ranjang. Mata coklatnya berpendar sedih mengingat ucapan Raphael kemarin malam. Mudah saja sebenarnya bagi dia untuk pulang saat ini. Tak ada yang mencegahnya. Tim keamanan Raphael ternyata milik kakaknya, Antonio. Beberapa dari mereka mengenalinya dan justru bertanya apa yang Livia lakukan disini. Gadis itu bisa saja pulang tapi... BRAK! Suara keras itu membuyarkan lamunannya dan Livia mengerutkan dahinya. Lalu.. "Livia! Keluar sekarang!" teriak seseorang dengan keras. "Liviaa!! Keluar atau aku akan mematahkan kakimu!" Matanya melebar saat jantungnya berpacu cepat. Tak mungkin! Tak mungkin! Ia membuka pintu, memegang tepian pegangan sisi tembok saat menatap 2 sosok di bawahnya. Tak mungkin!

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN