18. JAGO GOMBAL

518 Kata
"Tapi kalau kamu repot atau ada acara ya ga usah ga apa - apa Fiz. Aku bisa minta tolong mas Anton atau yang lainnya. Karena kalau mbk Lita jelas tidak bisa. Hari minggu kan biasanya waktunya quality time bersama anak dan suaminya". Faiza menegaskan kesediaan Hafiz. "Tenang aja Za... besok sore aku free... Jangankan lagi ga ada acara. Sekalipun aku sudah ada janji dengan presiden pasti akan aku batalkan dan memilih menemanimu". Jawab Hafiz dengan muka imutnya " Paling jago dah kalau suruh ngombal". Kata Faiza gemas. " Ok, besok aku tunggu ya, jam tiga jangan telat". " Beres nona... apa perlu aku datang pukul satu siang?". Tanya Hafiz "Ngapain datang jam satu?" Tanya Faiza serius. "Acaranya belum dimulai, jam segitu anak - anak masih pada sekola Fiz". "Ya kan bisa mampir kerumah kamu dulu. Sekedar ngobrol - ngobrol dengan calon mertua, atau paling tidak ya makan siang bersama. Pasti seru". Hafiz merentangkan kedua tangannya, berbicara dengan berapi - api. "Kamu sudah kenal abahku?" Tanya Faiza "Ya kenal lah Za... Siapa yang tidak tahu kiai Haidar? Kiai kondang yang sering diberitakan di tv, masuk koran, masuk youtub". "Memangnya menurut kamu abahku itu seperti apa?". "Baik dan sabar sepertinya". " Memangnya kamu berani berhadapan dengan abahku?". Tanya Faiza lagi. "Hmmm.... haduhh.. dah kayak reporter lagi wawancara sama artis saja kamu ini Za". "Jawab dulu". Tuntut Faiza " Kamu dengan gampang ngomong gombalan - gombalan seperti itu. Sementara kamu tahunya abah dan umiku cuma dari media dan belum pernah bertemu secara langsung". "Iya sih. Memang aku belum bertemu langsung, tapi aku yakin orang tuamu adalah orang yang baik dan hebat. sehingga bisa melahirkan cewe hebat sepertimu". Puji Hafiz " Aamiin... makasih Fiz". " Bahkan aku yakin, dulu... waktu ibumu mengandungmu pasti ibumu banyak minum madu. Kalau enggak pasti banyak makan duren". " Ah ngarang kamu itu. Dari mana kamu tahu umi sering minum madu saat aku dalam kandungan?. Lagi pula gak mungkin lah ibu hamil banyak makan duren. Bukannya sehat, yang ada janinya bisa kepanasan dan keguguran". Faiza menepuk jidatnya sambil menggeleng - geleng. "Kamu ngak percaya?". tanya Hafiz " Ngak lah". Jawab Faiza singkat. "Ibu kamu itu sering minum madu sehingga melahirkan anak yang cantik dan manis sepertimu. Dan ibumu itu banyak makan duren, sehingga bisa melahirkan cewe semahal kamu". Kelakar Hafiz. Faiza tertawa tergelak menutup mulutnya menggunakan kedua tangan. " Kalau ibunya ning Iza banyak minum madu sehingga melahirkan ning Iza yang cantik dan manis, maka dulu mama pasti makan ular, sehingga melahirkan anak yg mulutnya gombal, dan berbisa kayak kamu". Seloroh Lita yang tiba -tiba lewat. " Duhh... mbak lita kenapa jahat banget sih kalau sama Hafiz?. Mbak lita itu yang pahit kaya empedu". Geram Hafiz "Kamu itu lucu tau ngak sih Fiz?". tanya Faiza " Kamu pikir aku sule?". " Hehee... bukan begitu. Tapi jujur sih aku bisa ketawa - ketawa bebas dan lepas kalau sama kamu Fiz. Dari kecil semua orang sungkan dan hormat kepadaku. Hanya kamu saja yang berani bersikap konyol dan berkata blak - blakan kepadaku". Jawab Faiza serius. "Hmmm... aku jadi merasa tersandung, ehh tersanjung maksudnya". Kelakar Hafiz sampai hidungnya kembang kempis.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN