Hari Sempurna

1400 Kata

Ana memasuki rumah Davin dengan perasaan senang. Berhubung hari ini tidak ada kelas, ia memutuskan untuk ke rumah kekasihnya. Setelah mereka kembali dari Jerman, Ana dan Davin jarang sekali bertemu. Mereka harus kembali dengan kegiatan dan kesibukan masing-masing. Bahkan dalam dua minggu bisa dihitung hanya sekali mereka bertatapan muka secara langsung. Ana mengetuk pintu rumah sedikit keras. Halaman masih terlihat sepi padahal biasanya ada tukang kebun yang merapikan tanaman koleksi Ibu Davin. Apa dia terlalu pagi untuk bertamu? "Ke mana semua orang, Bi?" Ana bertanya pada Bi Mirnah yang membukakan pintu untuknya. "Ibuk lagi ke pasar, Mbak." "Kalau Mas Davin ke mana, Bi?" "Mas Vinno masih di kamar kayanya, Mbak," jawab Bi Mirnah kembali sibuk dengan sayurannya. "Belum bangun?" "Kay

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN