Ana menyantap makanannya dengan lahap. Seharusnya dia tahu jika Davin tidak akan langsung kembali ke kantor setelah bertemu dengan Lucy. Jadi di sinilah mereka sekarang, makan siang di restoran lain. Tangan Ana meraih kembali undangan pernikahan Lucy yang dia letakkan di atas meja. Dia membaca undangan itu sekali lagi dan menatap Davin, "Mas Davin tau siapa Adam?" tanya Ana saat melihat nama Adam yang tertulis sebagai calon suami Lucy. Davin hanya menggeleng dan mengelap mulutnya dengan tisu. "Kata Diva, Lucy udah pernah diajak nikah sama orang. Apa orang itu namanya Adam ya?" tanya Ana lagi dengan penasaran. "Aku nggak tau Ana, dan nggak mau tau," ucap Davin bersandar di kursi dan mulai memainkan ponselnya. Ana mendengus mendengar respon Davin, kekasihnya itu benar-benar kelewatan. Nam

