Kehilangan Jejak

1463 Kata

Ana meringis begitu kapas beralkohol itu menyentuh sudut bibirnya. Setelah peristiwa tadi, akhirnya dia bisa kembali ke kamar. Davin sendiri sudah bangun dari pingsannya dengan infus yang lagi-lagi tertancap di tangannya. Sempat Ana merasa takut, bahkan sampai detik ini dia masih memilih untuk duduk jauh dari Davin. Dia sebenarnya tidak ingin seperti ini, sungguh. Dia masih tidak percaya jika Davin bisa menembak 3 orang sekaligus demi menyelamatkannya. Untung saja, Bram dengan tanggap menyelesaikan permasalahan di rooftop tadi. “Aku mau pulang sekarang." Tiba-tiba Davin berbicara membuat Ana mengangkat kepalanya terkejut. Diva berdecak, “Nggak usah aneh-aneh deh, nanti Bunda pasti banyak tanya." "Ya, nggak usah dijawab," jawab Davin enteng, "Lagian di rumah sakit udah nggak aman.” "Tap

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN