Davin memijat keningnya sambil mengamati berkas-berkas yang ada di atas meja. Entah kenapa kepalanya terasa pening saat ini. Sudah seminggu Davin tidak bertemu dengan Ana dan dia merindukannya sekarang. Memang selama seminggu ini dia sangat sibuk dengan urusan kantor karena hari-hari sebelumnya dia terlalu fokus untuk menyelidiki masalah teror. Untuk teror, bisa saja Davin langsung melaporkan dan menyerahkannya pada polisi. Namun belum tentu jika polisi akan menemukan nama Alex sebagai kandidat tersangka selain Lucy. Lagipula masalah ini cukup pribadi, Davin tidak ingin masalah ini sampai ke telinga media yang akan mempengaruhi perusahaannya nanti. Suara pintu yang terbuka membuatnya menoleh, muncul Bram dan Kevin yang masuk ke dalam ruangannya. Davin bangkit dan menunjuk sofa. Jika sudah

