Terkadang seseorang yang sama sekali tak sedarah denganmu, justru menjadi orang yang paling berarti dan mengerti dirimu. Pun sebaliknya, terkadang orang yang sedarah denganmu justru hanya memanfaatkanmu dan tak pernah peduli semua tentangmu. ................... Selama bertahun-tahun hidup di perantauan, bisa dihitung jari kapan Dihyan kembali ke kampung halamannya—Abandher. Bukan karena ia telah melupakan desa kecil penuh kenangan itu, bukan sama sekali. Terkadang ia memang ke sana, itupun tujuan utamanya adalah mengunjungi sungai tempat dimana abu kedua orang tuanya dialirkan. Pernah sesekali ia mampir ke tempat para saudaranya, tapi penyambutan mereka tak seperti yang ia harapkan. Dihyan sama sekali tak mau pamrih meski kuliah di ibukota hingga bisa sukses seperti sekarang ini. Namun

