"Halo Dhis, aku udah di parkiran ya. cepet aku tunggu," ucap Arjuna melalui telepon genggamnya. "Iya oke, aku beres-beres dulu. Jangan kabur!" seru Adhista lalu mematikan teleponnya dan membereskan semua perlengkapan sekolahnya. Setelah selesai dengan semua itu, Adhista langsung pamit kepada teman-temannya dan berlari menuju parkiran. "Ngapain sih lari-lari udah kaya abis dikejar anjing aja kamu Dhis," ucap Arjuna memperhatikan Adhista yang sedang mengatur nafasnya. "Ish aku takut ditinggal kamu tau! nyebelin," jawab Adhista lalu memakai masker dan helmnya. "Nih minum dulu, aku tau kamu haus," seru Arjuna sambil memberikan botol minumnya kepada Adhista. "Ya ampun peka banget, ngga nyesel aku jadiin kamu pacar," jawab Adhista dengan wajah sumringah dan memeluk lengan Arjuna. "Udah ja

