Iri?

766 Kata
3.40 PM Adhista dan kawan-kawan nya sedang merapihkan buku-buku mereka, karena bel pulang sekolah baru saja berbunyi. "Dhis lo pulang bareng kan?" Tanya Oca yang sudah selesai merapih kan bukunya. "Ngga ca, gue bareng sama Kak Juna. nanti kalian duluan aja" Ucap Adhista. Oca hanya mengangguk kan kepalanya saja. "Udah selesai kan? yok kita kebawah" Ajak Hanin dan mereka langsung berjalan untuk keluar sekolah. Diperjalanan menuju gerbang sekolah, seperti biasa, mereka tertawa-tawa mendengar lelucon garing dari seorang Adhista. Adhista itu error parah, tapi karena parasnya yang cantik dan jutek jutek kalem begitu dia disukai oleh banyak lelaki. Ya tapi yang berani mendekati Adhista hanya Arjuna saja, karena Adhista itu mukanya benar-benar dingin, dan hampir jarang tersenyum kalau tidak bersama teman-temannya. "Dhis pacar lo udah dateng belom?" Tanya Tata yang juga sedang menunggu ibunya menjemput. "Ga tau belom kayaknya, gue PC dulu coba" Ucap Adhista lalu langsung mengetikkan pesan kepada Arjuna. "Gaes, kite orang duluan ya! bye mwah!" Ucap Hanin lalu langsung saja menaiki Bus sekolah. "Byeeeeee!" Seru Adhista sambil melambaikan tangan dan loncat-loncat. Murid-murid perempuan sekolah melihat Adhista seperti 'ew kaya gini jadi Putri sekolahan? plis ga banget' karena Adhista yang orangnya sangat bodoamatan, jadi ya dia tidak peduli. asal keluarga tidak diusik, jadi Adhista cuek saja. "DHIS" Panggil Arjuna dari sebrang jalan sekolah. Adhista yang tak mendengar masih saja memperhatikan handphonenya menunggu balasan dari Arjuna. "Pacar gue b***t bener" Ucap Arjuna lalu menyetandarkan motornya dan langsung menghampiri Adhista. Memang dasarnya Adhista yang kurang peka, dia tak tahu bahwa sudah ada Arjuna disampingnya. "Misi mbak, nyari siapa ya?" Tanya Arjuna pura-pura. "Ini mas, nunggu pacar saya. ngga bales-bales chat saya" Jawab Adhista sedikit kesal. "Oh gitu" Ucap Arjuna. "Iya mas" Jawab Adhista yang samar-samar tau siapa suara itu, tapi dia tidak yakin dengan pendengaran nya, karena kata teman-teman Adhista, Adhista itu sedikit b***k. "Ya Allah pacar gue goblou pisan ya Allah, untung sabar gue ya Allah" Tiba tiba saja Arjuna berucap seperti orang yang pasrah memiliki pacar seperti Adhista. Adhista yang kaget langsung saja melihat kesamping, tempat Arjuna berada. "Eh?! kak Juna kok ada disini? dari kapan?" Tanya Adhista sambil terlonjak kaget. "Udah dari tadi Adhista sayaaaaangggg" Jawab Arjuna menahan emosi sambil mencubit pipi Adhista. "Eh astaghfirullah maaf ya kak, kesel abisan lama banget" Ucap Adhista sambil tersenyum kikuk. "Yaudah ayo cepetan, kita jalan jalan dulu. mau beli Boba nih aku" Ajak Arjuna lalu menggandeng tangan Adhista untuk menyebrang jalan. Mereka berdua sudah bersiap-siap untuk menaiki motor. Arjuna sedang memakai masker scarf yang menutupi seluruh wajahnya kecuali mata. lalu Arjuna memakai helm dan memberikan helm juga kepada Adhista. "Dhis, ga pake masker?" Tanya Arjuna memperhatikan Adhista yang sedang memakai helm. "Ga ada plis, aku ga suka pake masker soalnya" Jawab Adhista. "Haduuh, itu polusi dimana-mana. besok lagi bawa masker, nih aku ada masker steril, kamu pake aja" Seru Arjuna membuka tasnya lalu mengambil masker dan memberikannya kepada Adhista. Adhista kembali melepas helmnya, dan memakai maskernya, lalu menggunakan helm nya lagi. "Kenapa ga bilang dari tadi si? setiap naik motor pasti kerja dua kali terus" Gumam Adhista misuh sambil membenarkan kaitan helmnya yang tidak bisa-bisa. Arjuna hanya memperhatikan Adhista yang sedang kesal dengan kaitan helmnya dan Arjuna sedikit tersenyum karena hal itu. Lucu. "Sini sini aku benerin" Ucap Arjuna. Lalu Arjuna mendekatkan diri kepada Adhista agar mempermudah Arjuna mengaitkan kaitan helm Adhista. Adhista sedikit mengangkat kepalanya keatas agar Arjuna lebih mudah mengaitkan helmnya. "Dah selesai, gitu aja ga bisa. hu payah bilang aja mau modus, biar aku yang pakein" Ejek Arjuna lalu menaiki motornya. "Yeu, orang susah beneran" Jawab Adhista lalu menaiki motor Arjuna yang tinggi sangat itu. "Kak besok lagi kalo bawa motor jangan yang tinggi-tinggi apa, kan jadi susah naiknya" Ucap Adhista kesal. "Weh banyak lho dhis yang mau motor kaya begini. yaudah udah belom?" Tanya Arjuna kesal karena Adhista yang sangat sangat banyak omongan. "Iya udah udah, ayo cepetan. jangan ngebut, nanti aku jatoh" Ucap Adhista. "Kalo ga mau jatoh makannya pegangan dong" Ujar Arjuna mengambil kedua tangan Adhista dan menaruh diperutnya. "Nah kan kalo begini enak, dan ngga bakal jatoh haha" Jawab Arjuna. ''Iyaudah iyaiya" Ucap Adhista dan Arjuna langsung menjalankan motornya. Diperjalanan Adhista memeluk Arjuna sangat erat, padahal awalnya Adhista sok 'jual mahal' memang kadang cewek suka begitu haha. Sepanjang perjalanan tidak ada obrolan yang terjadi diantara mereka, karena Arjuna tau bahwa pacarnya itu sangat b***t. jadi sia-sia saja dia mengajaknya berbicara. 10 menit kemudian.... Adhista yang bingung karena daritadi tidak sampai-sampai ke tempat yang dituju. Akhirnya Adhista memutuskan untuk bertanya kepada Arjuna. "Kak" "Hm?" Dehem Arjuna. "Kite orang ni nak kemane sebenarnya?" Tanya Adhista menirukan suara Upin Ipin. "Kite orang ni nak cari boba sayang, because abang tu sangat sangat pengen" Ucap Arjuna ikut-ikutan berbahasa Melayu. "Lama sangat ini, tak sampai sampai lah daritadi. sampai pegal bokongku ini bang" Jawab Adhista lagi menletakkan wajahnya dipundak Arjuna. "Yaudah iyaiya bentar lagi sampe. gue lupa jalan soalnya" Seru Arjuna. "Oke" Jawab Adhista lalu kembali diam menikmati kemacetan ibukota.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN