“Adik bayinya sudah ada di perut mommy belum?” Kaila langsung menodong dengan pertanyaan ini, membuat Elitia dan Galuh bingung menjawabnya. “Hemmm ….” Galuh dan Elitia diam. Ada banyak oleh-oleh di dalam koper mereka tapi sepertinya Kaila tidak menginginkan itu, maunya hanya adik. “Jangan hum ham hem hemm Daddy,” protes Kaila yang semakin bawel. Galuh pun ada ide. “On the way, kakak Kaila. Usap-usap dulu perut mommy biar adik tahu kakaknya pengen banget dia ada.” Galuh meraih tangan Kaila dan menggerakannya untuk mengusap perut Elitia yang masih datar. Baru sekali datang dan belum masuk rumah langsung ditodong anak kecil yang sebentar lagi ulang tahun yang ke enam. Untung Kaila masih bisa dibujuk jadi tidak marah. Beberapa minggu kemudian Elitia telat datang bulan. Dia melakukan test
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


