Galuh sedang sibuk mengurus semua berkas-berkas yang ada di atas mejanya. Nyatanya dia tetap sibuk meski sudah melepaskan satu pekerjaannya yang sebagai anggota parlemen itu. Galuh harus menyelesaikan semua ini agar dia bisa berlibur dan berbulan madu bersama Elitia. “Tuan …. Di rumah katanya ada seorang wanita yang memaksa masuk dan tak mau pergi.” Asisten Galuh memberitahukan jika ada wanita yang mengganggu di kediaman rumahnya. “Siapa itu?” Dai curiga itu Maria. Wanita itu padahal sudah lama tak mengganggu. “Ini orangnya, Tuan.” Sang asisten memberikan tablet berisi gambar rekaman CCTV rumah Galuh yang bisa dilihat langsung. Terlihat ada seorang wanita yang mengamuk sampai memukul-mukul gerbang. “Maria. Untuk apa dia ke rumah? Jangan-jangan mau ganggu Kaila.” Galuh segera bangun.

