“Upss … I’m sorry.” Galuh langsung memutar tubuhnya agar tak lagi menghadap Elitia. Handuk yang gadis ini gunakan tinggal copot dan melorot saja, habisnya sangat kecil. Namanya juga laki-laki, lihat pemandangan seperti gratis ya enak, kalau Elitia tak menutup dan tak kaget, Galuh tak akan balik badan. Lumayan tadi dia lihat sebentar. “Sana pergi!” Elitia mengusir pria ini kasar, yang punya rumah siapa, kenapa malah dia yang galak dan mengusir. Galuh langsung menjawab, “Dilihat olehku malu, dilihat pria-pria di klub malam menggunakan pakaian sexy mau.” Pakaian yang Elitia kenakan saat naik mobilnya kan bisa dibilang kurang bahan, untung Galuh kuat iman tidak main grepe anak orang semalam. Kalau pria b******k lihat wanita mabuk pasti sudah dimanfaatkan. “Eh itu beda ya. Rame-rame, banyak

