13. Bullying 2

659 Kata

Saat makan siang, Sakira memutuskan turun sendiri karena Yanuar ke ruangan Zam tadi. Bahkan Dinda juga ke luar sebelum jam makan siang. Sakira melangkahkan kakinya ke luar lift. Sakira membeku saat sesuatu menimpa kepalanya dan juga tawa dari beberapa orang yang Sakira yakini adalah tawa dari wanita. Sakira memejamkan matanya merasakan rambutnya yang basah dan mengeluarkan bau yang menyengat. "Itu akibatnya kalau Lo suka ngadu pada kepala divisi kami!" Sakira membuka matanya. Mata Sakira melebar saat Ia menangkap sosok dari Dinda di hadapannya yang menunduk dengan telur di tangannya. Pikiran dan mata Sakira fokus pada Dinda, Sakira tida hiraukan wanita-wanita lain yang terus mengomel dan mencerca dirinya. Sakira merasakan punggungnya terbentur ke dinding. "Lo dengarkan kita enggak?" t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN