"Mari kita makan!" Arkan dan Dom menaikkan satu alisnya lalu saling tatap, Nick yang melihatnya terkekeh. Nick menyodorkan tabnya pada Arkan. "Aku tidak ingin terlalu serius padamu Daddy Arsa.". >°< Mata Arkan dan Dom melebar dengan apa yang baru saja Nick ucapkan. Dengan cepat Arkan mengambil tab milik Nick tanpa ragu lagi. "Kamu ingin bertemu dengan Arsa?". "Ja-?" ucapan Arkan terpotong. "Yah! Aku yang selama ini mengirimimu pesan Tuan Arkan. Dalam tanda kutip selalu bersembunyi dari Adikku yang keras kepala itu." Arkan menatap Nick seolah percaya dan tidak percaya, Arkan tidak bisa bersuara karena terkejut. Dom sama halnya,pria itu hanya bisa diam menatap pria yang kira-kira hampir sama umurnya dengan Sakira. "Aku tahu Kamu mencarinya, maaf Aku tidak bisa mengirimu pesan.

