Tetap dukung Author biar terus semangat nulis ini cerita, jangan lupa Vote dan Comment yang mendukung.. "Aku tidak tahu terbuat dari apa hati suamiku? Aku yang terlalu bodoh atau yang terlalu beruntung mendapatkan hati itu?" Sakira menyusuri rahang tegas Arkan dengan terus merancau. Arkan hanya diam mendengarkan Sakira yang menatapnya dengan pandangan menyesal. Arkan sendiri tidak tahu menyesal karena apa?. ~~~√~~~ "Maa-." Sakira menggeleng saat Arkan akan menyela ucapannya mesti sudah berhasil. Sakira menggeret satu kursi di sebelah kursinya. Surprise yang di berikan Arkan tidak menarik lagi, Sakira fokus pada Arkan yang jauh lebih menarik baginya. Dunianya sekarang berpusat pada orang yang kini menatapnya bingung itu. Sakira duduk di depan Arkan, kakinya masuk ke dalam kaki Arkan. Sa

