21. Husband

824 Kata

Sakira mengetuk pintu dengan susah karena membawa nampan, bahkan perutnya yang besar ia jadikan sebagai ganjal nampan saat mengetuk pintu. Setelah mendapatkan ucapan persilahan masuk, Sakira tersenyum menatap suaminya yang sibuk dengan tumpukan berkasnya. Sakira menaruh nampan pada meja sofa yang ada di sana, ini baru pertama Sakira masuk ke ruang kerja suaminya. Ia terpaku karena ruangan itu terlihat gentle dan beraroma musk khas Arkan. Arkan sendiri tidak menyadari kalau yang masuk ke dalam ruangannya adalah Sakira. Ia tetap bergeming memandangi berkasnya dengan dahi yang kadang mengerut kalau ada nominal atau kata-kata yang menurutnya tidak sesuai. >^< Hingga usapan di dahinya membuatnya  menggenggam tangan itu. Arkan mendongak dan tersenyum menatap Sakira yang juga tersenyum

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN