Dengan kecepatan kilat, sebuah tendangan mengarah ke arah Reyhan. Reyhan yang sudah siap sedari tadi pun dengan sigapnya menghindar. Matanya melirik ke sekujur tubuh si manusia berjubah itu untuk mencari celah di mana bagian yang bisa diserang. Dia melihat celah di bagian perut manusia itu, namun dia tak punya kesempatan untuk menyerang. Serangan susulan kembali harus membuat Reyhan kerepotan. Kepal tangan si manusia berjubah itu mengarah tepat ke bagian wajahnya. Ia berhasil menangkisnya, akan tetapi lagi-lagi ada serangan susulan di mana kaki kiri manusia itu berhasil menendang bagian tubuh dari Reyhan hingga membuat Reyhan terdorong ke belakang hingga terjatuh. "Akkhh!" Dia mengerang kesakitan sambil memegangi perutnya yang terkena tendangan itu. "Hahahaha." Manusia berjubah itu tert

