Bab 78

1779 Kata

Dalam takutnya Alvaro mencoba mengatur napas. Ia membayangkan jika saja serangan yang tadi itu sampai mengenai tubuhnya, akan jadi seperti apa tubuh itu nantinya? Bahkan pohon yang besar, kokoh nan kuat pun bisa sampai tumbang hanya dengan satu serangan, apalagi kalau cuma tubuh Alvaro. Akan tetapi setelahnya ia kembali berpikir jernih. Dengan ia berani melawan, itu tandanya ia juga sudah siap untuk mati. Bahkan untuk mati dengan cara yang mengenaskan sekalipun. Alvaro melupakan hebatnya kekuatan dari sang musuh untuk sejenak. Ia kembali berlari, dan belum sempat ia mencapai tempat tujuan, ada serangan lagi yang dilancarkan oleh sang musuh. Kali ini serangannya berbeda dari yang tadi. Bukan berbentuk pisau bayangan hitam, melainkan hanya bayangan hitam tipis biasa yang tadinya juga sempa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN