"Oi, oi. Makan jagung dulu. Keburu gosong tuh. Ngomong mulu dari tadi," ucap Ihsan. "Siap Mas tuan rumah," ucap Alvaro. Malam yang indah. Di mana pada malam itu tujuh sahabat bisa berkumpul tanpa ada masalah yang mengganggu. Ah, tidak juga. Sebenarnya pun ada masalah tentang kasus pembunuhan itu. Hanya saja, mereka bisa menghadapinya dengan tenang. Tapi, sekali lagi, setiap pertemuan pasti akan ada perpisahan. Dari jam setengah delapan sampai jam 12 kurang sedikit mereka bersama, namun pada akhirnya, sebuah perbedaan raga harus membuat mereka merasakan apa itu perpisahan. Ya biarpun cuma sementara dan besok pun pasti akan bertemu kembali. Alvaro yang kebetulan berboncengan dengan Delia pulang paling akhir. Ya, kini tinggal ada Delia, Alvaro dan Ihsan saja yang ada di depan rumah mewah

