Bab 94

2043 Kata

"Kuharap ini cuma mimpi biasa, dan bukan petunjuk akan suatu hal. Sudah cukup kejadian-kejadian itu. Aku tidak mau terbebani lagi," batin Alvaro. Namun, harapannya itu harus ia gantung terlebih dahulu di kala dirinya melihat seorang lelaki muda yang berjalan dengan tergesa-gesa di sekitaran sungai itu. Alvaro bingung ketika melihatnya. Ia tahu pemuda itu tak akan pernah bisa melihatnya di situ, dan bahkan juga merasakan kehadirannya. Maka dari itu ia cuma bisa memperhatikan gerak-geriknya. Aneh, itulah yang ia pikirkan. "Bukankah ini tempat yang angker. Lalu kenapa ada manusia yang berani datang ke sini? Malam-malam hari pula," ucap Alvaro. Selepas pemuda itu pergi, Alvaro mempunyai keinginan untuk memeriksa setiap jengkal area yang sempat dilalui oleh pemuda itu. Akan tetapi, maksud ba

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN