Riichi dan anggota M.K.O. pindah ke ruangan lain tuk berdiskusi soal rencana ke depan dan strategi yang lebih efektif tuk menghadapi Black Angel. Di samping mereka yang sedang berunding, Azuki masih duduk di sebelah Osaka yang terbaring, menatapnya lekat sambil menggenggam tangannya erat. Jemari dalam genggaman si reaper biru tersentak kecil, manik hitam Osaka pun terbuka lemas. “A ....” Suara Osaka hilang, tapi panggilan kecil itu cukup membuat Azuki menoleh. “Kau haus?” tanya siswa itu. Osaka menggeleng kecil. Dia ingin bertanya apa yang terjadi pada yang lain. “Sejauh ini tidak ada yang meninggal di pihak kita kalau itu yang ingin kau ketahui,” jelas Azuki. ‘Syukurlah’ batin siswi itu lega, tersenyum tipis, membalas genggaman Azuki. Laki-laki itu kemudian berkata dengan nada lebi

