Pandangan Osaka terpaku pada sebuah boneka kelinci berbulu coklat di dalam kotak kaca transparan. Dia berhenti melangkah, merogoh koin dalam saku celana. “Azuki, sebentar,” gumamnya. Azuki berhenti melangkah, berdiri di samping gadis itu. “Kau mau boneka?” “Bukan untukku, buat Asa-chan.” Manik birunya menatap boneka di dalam kaca. “Kenapa bukan untukmu?” Osaka mulai menekan tombol start di mesin boneka. “Aku kurang suka barang-barang feminin.” “Aneh.” “Berisik.” Capit mesin berhasil meraih kepala boneka kelinci, tapi boneka itu tergelincir begitu hendak di arahkan ke lubang. “Aarg, kenapa jatuh?” Gadis itu memukul kaca mesin. Azuki mendorong Osaka dengan pelan. Dia mengeluarkan koin dari saku, menekan tombol lalu mulai membidik boneka tadi dengan capit. Laki-laki itu mengangkat sek

