STEP 34

1050 Kata

Miran dan Azuki mendengar benturan kencang dari arah lorong penghubung begitu mereka keluar dari Asrama perempuan. “Apa yang terjadi?” ucap Miran. Mereka berdua berlari ke sana, mendapati atap lorong sudah berlubah dan lantai kayunya ambruk. “Miran-san, cepat, pelindungnya!” “Ya!” Perempuan berkacamata itu merentangkan tangannya ke atas. Dari ketinggian, perlahan timbul barrier bening yang menyelimuti seluruh area markas, membentuk setengah bola. Dengan begini, suara atau kerusakan apa pun yang terjadi di dalamnya tidak akan mengganggu pihak luar. Suara teriakan perempuan menyusul. Mereka berdua hapal dengan suara itu. “Osa-chan?” Azuki mendecak, melompati birai pembatas lorong, menginjak taman cantik itu dan terus berlari ke arah hutan. Awan gelap sejak tadi pagi sudah menyelimuti dae

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN