Osaka melirik pergelangan tangannya yang kosong, dia spontan berdiri dan panik meraba saku bajunya. "M-mana? Mana gelangku?" Azuki mendelik. "Sedari kita berangkat ke dunia manusia, kau sama sekali tidak memakainya." "Apa? Kenapa kau tidak mengatakannya sedari tadi?" bentak Osaka jengkel. "Kupikir kau sengaja." "Mana mungkin! Itu gelang yang berharga bagiku! Mana mungkin aku tidak memakainya!" Azuki membelalak, berharga? Pikirnya terkejut. Netra hitam legam siswi itu menatapnya heran. "Azuki? Ada apa?" Laki-laki itu berkedip seakan baru sadar. "Tidak. Sebaiknya kau terus mencarinya, aku akan membantumu." "Arigato, Azuki." Osaka tersenyum padanya. Mereka berdua memutuskan untuk memeriksa kamar. Setiap celah, sudut, kolong dan tepi, gelang itu tidak ada di sana. “Tidak ada di sin

