Ke tiga wanita yang menghuni rumah Goklas, terduduk lemas di atas sofa tamu. Mereka sudah lelah setelah seharian pergi ke pusat perbelanjaan untuk membeli barang-barang kebutuhan Mentari. “Kak, kenapanya harus membeli semua ini? buang-buang uang sajanya kau, Kak. Punya mamak, banyaknya.” Herty mencolek salah satu panci besar yang susah payah ia bawa dari pusat perbelanjaan. Gadis itu terus mengomel sepanjang jalan karena harus membawa panci itu. “Kau ini, tak mengerti juganya. Panci mamak sudah mamak gunakan untuk masak makanan yang dilarang oleh Islam, jadi tidak bolehlah memakai panci itu.” Artha menjelaskan. Ia baru saja meneguk segelas besar air mineral yang dicampur es batu. “Panci saja dipermasalahkan, lebay!” Herty mencebik. “Kau itu! Kapannya kau akan mengerti, Herty?” Artha m

