BAB 38 – Kedatangan Azzam

1610 Kata

Sahat berhenti di depan sebuah rumah kontrakan sederhana. Rumah itu bahkan tidak memiliki pagar. Bagian depan rumah cukup rapi dan bersih. Sahat memperhatikan rumah itu, terlihat sepi dari luar rumah. “Bang, maaf ... benarnya ini rumahnya?” “Iya, ayo kita ke sana.” “Sepinya, Bang? Adanya orang yang tinggal di sini?” “Mungkin ustaz Azzam sedang tidur, sebab tadi sore ia minta izin untuk tidak datang mengajar mengaji karena sedang sakit.” “Owh, iya ... ayoklah kita ke sana.” Sahat pun akhirnya turun dari motornya dan mulai mendekati pintu rumah kontrakan Azzam. Tok ... Tok ... “Assalamu’alaikum ....” “Assalamu’alaikum ....” Ustaz Andi berkali-kali mengetuk pintu itu dan mengucap salam. Sementara Sahat hanya menunggu dan diam. “Adanya, Bang?” Sahat tampak putus asa. “Sebentar, kit

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN