Jeko melepaskan perlahan, dengan nafas masih memburu dan Jeko sadar ini akan menyakiti nalurinya sendiri. Dia lelah, membaringkan tubuhnya ke atas Filia dan tidak melanjutkan apapun. Berbisik pelan di telinga Filia. "Sayang, aku tidak akan melakukannya. Tapi, kenapa kamu terus menyiksaku?" Jeko melemah tapi hasratnya belum hilang. Filia tidak bisa bergerak, sepertinya tubuh Jeko memang terasa berat. "Sayang, bisakah kamu mengangkat tubuhmu dulu? Kamu bisa detik ini juga membunuhku," Filia mengucapkan pelan karena nafasnya tersendat. Jeko langsung berpindah duduk di lantai, mengatur nafasnya perlahan. Filia mengikuti Jeko, dirinya sendiri belum sadar apa yang di lakukannya hingga menyiksa Jeko. "Apa aku menyiksamu, sayang? Sepertinya, aku tidak pernah menyakitimu selama dirumah ini,"

