Jarinya, membuatku berkeringat, batin Yul yang masih merinding dengan perlakuan Sean. "Yul," Sean memanggil Yul dengan manja. "Hmm," Yul menjawabnya singkat. Sean menempelkan tubuhnya ke hadapan Yul, kakinya menyentuh kaki Yul yang telanjang. Sean terus mengelus dengan paha kanannya, hingga membuat Yul merasakan hawa panas yang mulai menguasai tubuhnya. Yul yang sudah terbuka melingkarkan tangannya perlahan ke pinggang Sean, merabanya pelan membuat Sean merasakan sesuatu yang pertama kali menyapa tubuhnya. "Aku baru tahu, kamu lebih menggoda dari pada aku!" suara Yul lirih. "Aku hanya menunggu waktu yang tepat untuk melakukannya," Dengan gesit Yul menarik pinggangnya untuk lebih mendekat, tangan kiri Yul membelai lembut rambut Sean sampai ke wajahnya. "Bolehkan aku melakukannya?" Y

