Zeti berhasil pindah ke apartement kecil, dia terpaksa hidup sederhana. Dia tidak bisa bergantung dengan dunia menulisnya lagi, untuk bertahan hidup dengan janin yang dikandungnya, dia harus mencari pekerjaan sampingan. Secara bersamaan penggemar Novelnya tiba-tiba menurun dan penerbit utamanya benar-benar memutus kontrak sekarang karena ulahnya saat itu. Hanya tinggal tiga novel yang tersisa di penerbit lain yang masih bertahan. Mencoba mencari pekerjaan kesana-kemari, dia terus mengalami penolakan. Dalam usia kandungan yang masih muda dan dia hi lodup sebatangkara tanpa siapapun, membuat dia mudah setres. Hingga yang ada di otaknya saat ini hanyalah dendam dan kebencian, beberapa kali ingin membunuh janinnya selalu gagal. Setiap keluar dia harus menyembunyikan identitasnya bahkan terpak

