Kemesraan 1

1903 Kata

"Apakah kamu menyukainya?" Jeko perlahan berbisik di telinga Filia. Tempat itu sengaja dipesan Jeko dan terlihat sepi tanpa siapapun hanya mereka berdua disana. Makanan sudah terhidang di meja dan pelayan sudah tidak ada yang mondar-mandir untuk mengantarkan makanan, Filia seperti berada dalam sebuah dongeng atau mungkin menjadi tokoh dalam Novel yang membuatnya terlihat seperti Putri yang sangat di cintai Pangeran. Filia tersenyum tanpa sadar air matanya menetes begitu terharu. "Je!" hanya itu yang bisa dia katakan. Air mata Filia tanpa sadar menetes di tangan Jeko yang masih memeluknya. Jeko membalik tubuh Filia yang ramping itu untuk menghadap ke arahnya. Jeko terkejut melihat Filia menangis sekaligus tersenyum. Jeko mengusap air mata Filia. "Kenapa kamu menangis? Apakah ini begit

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN