Sebenernya sudah tidak pengen menulis tentang hal ini, pengennya fokus pada transformasi diri saya. Hanya saja, saya tetap terganggu dan perlu diselesaikan 👾 akarnya dari * - Semuanya bermula dari sini. Beber-bener kalau mau menikah harus milih pasangan yang bener agar anak tidak kena juga. Sedih sih, disini saya yang kena. Mereka beber-bener membuat saya agar saya patuh, mendengar dan tidak banyak bacot, serasa b***k. Meraka mau saya belajar sendiri, mandiri dan tidak boleh mengalahkan mereka. Paradoks, sedih juga menerima kenyataan ini. Mungkin itu ego mereka yang mereka makan sejak lama. 👾 Tidak mengerti lagi, saya dibuat untuk merasakan pahitnya hidup selama ini. Kedoknya, harus banyak bersyukur. 👾Pada akhirnya saya sadar dengan ini semua dan saya tidak bisa melawan arus yang a

