Dan seperti biasa Iris akan menjalani harinya di ruangan Daren. Sepertinya Daren sudah tak bertingkah aneh lagi. Pria dewasa itu fokus dengan pekerjaannya. Iris tak mau ambil pusing, dia pun juga ikut mulai mengerjakan pekerjaannya. Kepindahan gadis itu di ruangan Daren tentu membuat Iris mendapatkan berbagai pertanyaan dari Laila. Untungnya Iris bisa menjelaskan dengan sebuah kewajaran, dan Laila tampak menerima alasan yang Iris buat. Ketukan di pintu membuat Iris dan Daren kompak menoleh. "Masuk." Suara pria itu mendominasi ruangan ini. Seorang pria yang menjadi sekretaris Daren masuk bersamaan dengan seorang pria paruh baya di belakangnya. Iris mengernyit, namun tidak bagi Daren yang langsung berdiri menghampiri pria tersebut. Karena takut terlihat tidak sopan, maka Iris pun i

