“Apa perlu aku yang antar?” tawar Daren. Pasalnya Iris dan Arvie akan menuju ke apartemen Jingga. Dan wanita ini meminta Daren untuk tetap tinggal di rumah saja. Toh ada Arvie yang nanti akan menjaganya. “Tidak usah,” jawab Iris sembari memakai sweater miliknya, ini perintah dari Daren. “Sudah ada Kak Arvie. Lagi pula kamu bukannya tadi bilang kalau ada kerjaan yang masih harus diurus?” lanjut Iris tenang. Kemudian wanita ini mendaratkan kecupan singkat nan hangat di pipi sang suami. Daren mengantar istrinya ke depan karena Arvie sudah menunggu di sana. “Kalau ada apa-apa segera hubungi aku,” perintah Daren. “Iya, Sayang,” jawab Iris. Mereka pun sudah sampai di depan pintu. Arvie terlihat memakai baju santainya. “Aku berangkat dulu ya,” pamit Iris yang diangguki oleh Daren. “Beran

