Bagian 45

1952 Kata

“Sayang.” Mode manja Daren kambuh lagi. Iris sepertinya tidak bisa mengendalikan suaminya itu. “Kamu sudah makan?” tanya Iris mengalihkan pembicaraan. Daren mengurung istrinya itu di pembatas balkon tempat mereka menginap. “Makan? Belum,” jawab Daren. “Makan sana. Aku sudah siapin roti isi,” sahut Iris. “Bagaimana jika aku memakanmu? Isinya lebih bagus dibandingkan roti di meja,” usul Daren. Iris pun tau bila Daren sepertinya sudah memakan roti isi buatannya itu. “Udah, ih. Aku mau jalan-jalan di luar penginapan,” kata Iris yang berusaha melepaskan diri dari suaminya ini. “Nggak boleh. Pokoknya hari ini kita di kamar saja,” tolak Daren yang langsung membawa istrinya itu di atas tempat tidur. “Bagaimana kalau berenang?” usul Iris yang masih mencoba bernegosiasi. Dan sayangnya D

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN