26. Say Hi

2005 Kata

Cahaya yang memaksa masuk lewat jendela membuat Kirana membuka matanya perlahan. Saat ini pukul sembilan pagi. Ia sudah berada di dalam kamarnya. Mengingat kejadian yang menimpanya semalam, ia ingin bertanya kepada keluarganya. Karena, yang ia ingat terakhir kali adalah dirinya yang tidak sadarkan diri setelah keluar dari toilet. Kepalanya masih sedikit pusing yang membuatnya bangun perlahan karena kerongkongannya terasa sangat kering. Untung saja, di atas nakasnya sudah tersedia segelas air. Jadi, ia tidak usah susah payah berjalan menuju dapur. Tetapi, yang membuatnya bingung, mengapa tak ada satupun orang di rumahnya saat ini. Padahal, seharusnya mereka menunggunya siuman, bukan? "Ya Tuhan. Apa memang tidak ada orang sama sekali?" gumamnya sambil mencari di mana ponselnya. "Yha, mat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN