Kirana membuka beberapa file yang dikirimkan di grup kelasnya. Ternyata, tugasnya sebanyak itu. Rencana tidur setelah pulang dari kafe pun mana bisa ia lakukan? Dengan tugas yang sebanyak ini, ia tidak yakin bisa tidur dengan tenang malam nanti. Atau, bahkan tidak akan tidur sama sekali. Ia membuka laptopnya dan mulai membaca catatan yabg sempat Yeri berikan kepadanya selagi sakit. Kalau ia tahu tugasnya akan sebanyak ini, ia memilih untuk tidak pergi main dan menghabiskan waktu hanya untuk nongkrong tadi. Waktunya tidak banyak dan ia hanya setengah mengerti materinya. Kirana mengacak rambutnya frustasi. "Kenapa begitu sulit? Apa besok aku tidak masuk lagi saja? Tapi, tugasnya akan semakin menumpuk. Belum lagi kalau ada kuis. Masa aku harus mengerjakan sendiri?" Kirana dan segala kelab

