Ethan menoleh karena mendengar suara jatuh. Matanya langsung membesar saat melihat Luna yang sedang jongkok mengumpulkan barang-barangnya dengan panik. "Luna?" Luna mendongak, kaget. Ethan bergegas menghampiri. "Kamu gak apa-apa?" Perempuan tadi ikut menyusul dan berkata dalam bahasa Inggris dengan aksen Amerika, "That was crazy! Are you okay?" Luna tersenyum canggung, lalu mengangguk. "Y-yeah. I'm fine. Just my pride, maybe." Ethan tertawa. "I thought you left already." Luna berdiri. Tangannya masih sibuk memasukkan buku dan... buru-buru menyembunyikan pembalut ke dalam tas. "Eh... aku, um... cuma mau... nanya," katanya dengan suara kecil, nyaris seperti kucing lapar. "Nanya apa?" "Bisa... tukeran nomor gak?" ucap Luna cepat. Senyum Ethan melebar. "Of course." Sementara mereka

