"Dimana Queen tinggal?" Tanya Theo kepada orang suruhannya di depannya ini. "Maaf boss," ucap laki laki yang umurnya sekitar jauh lebih tua 10 tahun di atas Theo. Theo menaikkan satu alisnya bingung, dan menunggu lanjutan apa yang akan diucapkan orang ini. "Saya sudah berusaha untuk mendapatkan informasi apapun sekecil apapun itu tentang adik boss, namun-" laki laki itu menggantungkan kalimatnya membuat Theo menggertakkan giginya. "Namun apa" ucap Theo datar. Itu bukan pertanyaan tetapi sebuah kalimat mengintimidasi. Membuat Bulu kuduk laki laki di depannya merinding. "Saya tidak mendapatkannya" cicit laki laki itu menunduk. Theo memejamkan matanya, ia sudah yakin, pasti ini yang akan terjadi. Ia sudah mememerintah dan menyewakan beberapa detektif tetapi tidak ada yang mendapat

