"Theo, Maafkan Mommy nak." Ucap Reta tertunduk malu kepada putranya ini. Theonheran menatap Mommy nya yang tiba tiba datang ke kantor nya dengan wajah sembab dan sekarang apa? Tiba tiba mengucapkan kata maaf? "Untuk apa Mom?" Tanya Theo selembut mungkin. "Mommy bodoh selama ini ga cari bukti nya terlebih dahulu." Lirih nya masih menunduk. Theo sangat lah mirip dengan mendiang suami nya Rendra. Karna itu dirinya malu melihat Theo sekarang. Seakan didepan nya adalah mendiang suami nya. "Bukti? Tolong yang jelas Mom, jangan berbelit belit!" Reta menyeka air yang menjatuhi pipi nya itu, singkat nya air mata! "Apa yang harus Mom lakukan agar adik mu memaafkan Mommy?" Reta memberanikan diri menatap mata Theo lekat. Air matanya masih saja mengalir walau secara perlahan. "Mommy? Kenapa

