Kenapa?

1275 Kata
Queen masuk kedalam Mansion keluarga. Dirinya ngendap ngendap. Udah seperti maling bukan? padahal ini kan juga mansion Keluarga nya. Queen mengendap ngendap biar orang rumah gak mengetahui dirinya pulang sampe sore hari begini dan masih pake baju sekolah lagi. Bisa bisa mati dia ketahuan disini. Queen jinjit jinjit dengan langkah perlahan dan hati hati,berjalan di dalam mansion menuju tangga untuk masuk ke kamar nya yang berada di lantai atas. "Baru pulang b***h" sahut seseorang dari bawah tangga. Queen sangat hapal sekali dengan suaranya. Dia kembaran Queen, yang tak lain adalah King Ziantama Luix. Dari dulu Anta memang gk pernah menyukai Queen. Queen sama sekali ga tau apa alasan Anta membenci dirinya. Sebenarnya kalau kalian tanya mengapa Queen gak marah saat dia menyebut dirinya b***h? Karna Queen udah terbiasa dengan panggilannya itu. Rasanya mulut Queen berbusa saat menjelaskan padanya jika dirinya bukanlah seperti apa yang sering dia panggil. Anta menaikkan kaki nya melewati setiap anak tangga dengan tangan yang bersedekap di d**a. Langkah nya terhenti di hadapan Queen. Dia menilai dari ujung kaki sampe kepala. Queen melihat senyum sinis ad di bibir Anta. "Ingat rumah juga lo b***h? Bukannya rumah lo di club?" Sinis Anta dengan nada mengejek dan tak suka dengan adanya Queen disini. Queen hanya bisa memejamkan mata nya yang mulai panas. Kenapa kembarannya sangat membencinya. Apa yang telah diperbuat dirinya? Apa kesalahannya? Siapa pun tolong Queen. Queen memang Leader Mafia kadang juga bisa seperti psychopath. Tetapi entah kenapa jiwa psycho dalam diri nya tidak pernah bisa keluar saat berhadapan dengan keluarga nya. Queen lemah bahkan sangat lemah dihadapan mereka. Karna Queen menjaga emosi dirinya agar tidak hilang kendali. "Gw bukan bi--" baru saja berbicara, sudah di potong aja sama Anta dengan suara tepukan. Queen hanya bisa mengalah dan memilih diam. Karna semakin diri nya melawan akan semakin besar rasa benci dan salah paham Anta pada nya. Prokk prokk prokkk Anta bertepuk tangan ntah apa yang membuatnya tepuk tangan. Queen menaikkan satu alis nya bingung. Anta mensejajarkan tubuh nya dengan Queen. Menaiki satu anak tangga lagi tepat dimana Queen bediri. Perlahan Anta berjalan maju kearah Queen Karna dirasa Anta semakin berjalan maju. Queen perlahan juga ikutan mundur kebelakang arah serong. Semakin maju Anta semakin mundur juga langkah Queen. shitt!!! Pagar pembatas menghentikan langkah mundur Queen. Queen tersentak kaget saat Anta menariknya dan merapatkan tubuh mereka. "Lo. . Lo. . . M. . Mau . . Ap. . Apa n. . Nta?" Gugup Queen saat Anta menyeringai dihadapan wajahnya. Anta mendorong kuat tubuh Queen hingga punggung belakangnya menghantam keras di pagar pembatas itu. Queen memejamkan matanya menahan sakit sesekali meringis merasakan betapa ngilu nya pungung nya itu. Dirinya belum ada persiapan. "Sakit?" Tanya Anta membelai pipi Queen yang sedikit berisi. Queen dengan cepat menghindar dengan memundurkan kepalanya. "Ini masih awal twin, Gw bakal buat lo lebih MENDERITA" bisik Anta di telinga Queen dengan menekankan kata menderita membuat Queen menutup mata. "Kenapa lo benci banget sama gw Nta?" Queen memberanikan diri menanyakan itu ke kembarannya, dia masih mencari letak kebencian kembarannya itu. "Hahaha lo lucu twin!" Tawa nya sinis. "jelasin salah gw apa dan dimana??" Kali ini suara Queen lirih banhkan sangat lirih. Mata Queen mulai memanas menahan Air mata agar tidak keluar. "Kar---" Ucapannya terpotong karna sudah ada yang melanjutkannya. "KARNA KAU GADIS PEMBAWA SIAL!! KARNA KAU DAD JADI MENINGGAL!!! GADIS PEMBAWA SIAL KAU INI" jerit seorang wanita dengan wajah merah padam seakan akan siap meledakkan amarahnya kapan saja. Degg... Queen seakan merasakan ribuan meteor menimpa dirinya saat wanita tadi mengucapkan bahwa dirinyalah penyebab kematian daddy nya. Queen memberanikan diri untuk membela dirinya walau matanya sudah mulai berkaca kaca. "Mom, itu kecelakaan bukan Queen yang mem---" Ucapan Queen di potong dengan wanita yang disebut mom itu. "JANGAN PANGGIL AKU MOM!! KARNA KAU BUKAN ANAKKKU!!!" Yah wanita itu adalah Reta Momnya yang sangat membenci Queen. "QUEEN ITU ANAK MOM!! DIA KEMBARAN ANTA MOM!!" teriak laki laki yang dari tadi melihat adik kesayangannya dimarahi dan dituduh atas kejadian lampau. "Oho pahlawan mu sudah datang Twin" sinis Anta saat melihat kakak pertamanya datang. Tentu dia tau pasti kakak nya itu akan membela Queen mati matian. "ITU KECELAKAAN ! JANGAN JADIKAN QUEEN PENYEBAB MENINGGALNYA DADDY!!" murka kakak pertamanya itu di depan Atan dan Reta. "Theo, mom gak---" Reta gelagapan untuk membalas perkataan anak sulung nya. "GAK APA MOM GAK APA!!" Theo semakin marah karna saat ada dirinya Reta tidak berani memaki Queen terlalu jauh.Tetapi dibelakang Reta sangat menjadi jadi. "Queen sini" panggil Theo ke Queen yang matanya semakin berembun karna menahan air mata. Queen berjalan perlahan kearah Theo takut jika nanti Mom nya atau Anta sengaja membuatnya tersandung. Dengan cepat Anta menghalangi langkah Queen dengan kaki nya. "Aaaaaa" teriak Queen saat sedikit lagi dia akan berlinding di Lantai bawah. "QUEEN!!!" Theo berlari dengan kencang meninggalkan tas kantornya dilantai dan berlari kearah Queen yang siap jatuh kelantai. Theo menahan tubuh Queen saat sampai di anak tangga keempat untung tidak sampai bawah jika sampai bawah Queen akan celaka. "ANTA!! INI KERJAAN KAMU KAN!! KAMU YANG MENGHALANGI QUEEN JALAN!" Teriak Theo dan langsung mengangkat Queen ala bridal style. Queen memeluk erat leher Theo menyembunyikan wajah nya di d**a bidang sang Abang tercinta. "KOK ABANG NUDUH ANTA SIH!!" Teriak Anta tak terima saat abangnya lebih membela Queen. "JANGAN KIRA ABANG GA TAU ULAH KAMU!! ABANG LIAT SEMUANYA!!" Yah Theo melihat gerak gerik Reta dan Anta Saat melihat Queen turun tangga. "THEO SUDAH!! BERHENTI MENYALAHKAN ANTA!! INI SEMUA SALAH GADIS PARASIT SEPERTI BENALU INI!!" Marah Reta menunjuk Queen dan memeluk Anta sayang. Degg.... Theo tak terima adik kesangannya dikatakan parasit!! Tidak adiknya bukan parasit dan bukan benalu. Melihat adiknya ketakutan akan murka seorang ibu dan kembarannya membuat hati Theo teriris. Memang adiknya diluar terlihat sangat tegar dan juga ceria tetapi didalam dia begitu rapuh bahkan sangat rapuh. "Hentikan Mom, aku lelah berdebat dengan mu, Aku permisi" kali ini suara Theo melemah karna dia melihat bahu adiknya bergetar digendongannya. Menandakan adiknya menangis. Theo berjalan menaiki tangga. Tetapi saat sampai di lantai atas dia memutar badannya lagi."Dan ya ingat!! Queen adikku, adikk mu Anta, dan ANAK MU MOM" ucap Theo menekan kalimat akhir nya. "TIDAK DIA BUKAN ANAK KU!!" Reta membuang wajahnya kesal dan marah. Langsung dia turun dan pergi dari rumah. Mungkin dia akan kebutik miliknya. "DIA BUKAN KEMBARAN KU!! LENSA MATANYA SAJA BERBEDA DENGAN KITA SEMUA!! DIA NTAH KELUARGA SIAPA!!" Anta pergi ke luar mungkin ke tempat sahabatnya. Theo menghela nafas kasar dan lelah. Dia lelah bertengkar terus dengan adik laki lakinya dan Mom nya. Tetapi dia sangat tidak mau adik kesayangannya di bentak. "Sudah ayo kita kekamar yah kamu istirahat, jangan dengar mereka ya sayang, ada abang disini yah Queen" Ucap Theo menenagkan Queen. Sedangkan Queen mengangguk mengiyakan. Theo berjalan kearah kamar adiknya yang berada disebelahnya. Sebenarnya kamar dia bukan disitu tetapi Theo meminta Agar dirinya disebelah kamar Queen. Theo membuka knop pintu kamar Queen, warna kamar Queen ga seperti gadis lainnya yang berwarna pink atau warna cerah lainnya gitu. Melainkan warna Hitam dan Abu Abu. Bahkan pintunya juga berwarna hitan abu abu. Theo menurunkan Queen dari gendongannya. Terlihat Queen masih senggugukan tetapi matanya terpejam. Berarti adik kesangannya itu tertidur di pelukannya. Cup. Cup. Cup. Theo mengecup kening dan kedua pipi adik nya agar tidak bersedih lagi,"Tidur yang nyenyak Queen nya abang, abang selalu bersama Queen" Ucap Theo mengelus rambut hitam Queen dan mengulum senyum. Theo menjauhi ranjang Queen size nya Queen dan berdiri. Theo keluar kamar adiknya dan menuju kamarnya. "Daddy" Queen mengingau memanggil nama Daddy nya. "Daddy hikss... Queen ga lemah kok Hikss....." Queen masih terpejam tetapi mengigau. Air matanya juga keluar dari matanya. Terlihat sangat deras. Ga berapa lama cahaya putih pergi ntah kemana di barengi dengan tangis Queen yang mereda dan nafasnya mulai beraturan.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN